Romli bersimpuh pamit pada bapaknya yang sedang sakit. Tekadnya sudah bulat menjadi sopir truk lintas Sumatra, membawa hasil bumi dari Padang ke Jakarta. Mengangkut singkong sebesar paha gajah dari Palembang ke Pasar kembang. Tidak sanggup dirinya terus tinggal di desa setelah sang kekasih, Romlah, dijodohin ortunya sama juragan bahan bangunan dari sukabumi.
Setahun dua tahun lebih megang kemudi truk,romli belum dapat melupakan wajah kekasihnya itu.selalu terbayang si Romlah sedang mencuci pakaian di sungai dengan kemben basahnya. Sesekali menyibakkan rambut yang jatuh karena senantiasa menunduk ke arah sungai.
Rindu yang tak tertahankan membuat Romli nekad menyerah pulang ke desanya. Tapi apa yang ditemuinya? Romlah sudah punya anak dan tampak hidup berbahagia.
Romli kembali tenggelam dengan pekerjaannya. Kemana saja truk yang dikendarainya, bayangan romlah selalu hadir. Aduh bagaimana ini? Keluhnya dalam hati. . bagaimana mengeluarkan rindu yang menyesakkan singlet kumalnya? Naluri ekskresinya pun muncul. Ia ternyata beride juga; memenuhi bak belakang truk bergambar Romlah. Kalau mau tahu tulisannya: ku tunggu jandamu…
Ada keperihan disitu. Kalau ogah dikatakan banjir air mata, ada rembesan air mata. Ada kepedihan. Dalam visual dan teks di bodi truk yang sering berajojing di jalanan, ada yang istimewa. Lebih seru daripada sinetron-sinetron yang ada di tivi!!
sucks tiviopera sucks!!
0 Responses to “romli vanguard”