Archive for March 5th, 2009

05
Mar
09

buaya

Dalam klasifikasi sejarah bangsa indonesia, ada pembagian sistematika pengaruh. Ada pengaruh hindu, pengaruh islam, dan pengaruh kristen atau barat. Saya tidak (atau belum?)Mau mengatakan mereka semua penjajah. Sebagaimana saya juga tidak mau disebut penjajah ketika saya menjajahkan konsep yang saya yakini kepada kalian dan kamu mau menerimanya bulat-bulat. Sepenuhnya tanpa reserve. Kalau kamu menerima dan rela disebut pihak yang terjajah, saya pasrah dan menerima saja jika dikatakan penjajah. Hoho…

Ketiganya tadi (hindu, islam dan kristen) selama ini dikatakan sebagai pihak yang paling bertanggungjawab terhadap budaya bangsa kita (hah, kita?! Elu aja kali…) Mereka yang membentuk wajah budaya kita (hah, kita?! Elu aja kalii…). Tanpa kedatangan pengaruh itu, bangsa kita (apa? Kita lagi?! Elu aja kalee…) tidak akan punya budaya. Karena itu pula, budaya kita L hanya menghimpun pengaruh tadi.

Tanpa pengaruh, yang mungkin ada hanya budaya tanpa huruf |d|. Dengan begitu orang eropa pernah beranggapan bahwa kedatangan mereka ke negeri kita (!!!!!) Adalah untuk membudayakan kita, yang mungkin saja berarti menambahkan konsonan |d| kepada “buaya”!!

Barangkali ini perlu direnungkan oleh para buaya!

05
Mar
09

soulslaver

Bosan aku jadi boneka, bosan aku jadi alatmu belaka
Ku bukan mannequin yang bisa dipajang saja, tapi aku manusia yang punya jiwa
Bagaikan Baghdad aku membara, bagaikan Fidel Castro yang perangi Amerika
Tak bisa lagi kau cuci otakku, karena ku sudah tahu semua caramu

05
Mar
09

take the money and run!

nilah indikasi kejahatan perbankan yang dilakukan kepada debiturnya, dimana debiturnya tidak akan mampu berbuat apappun, karena sistim perbankan yg mereka kuasai dan adanya dana yang disiapkan untuk membiayai ” KOLABORASI antar BANK, APARAT HUKUM, POLITIKUS dan MEDIA MASSA.

Karena Debitur beriktikad baik dan tidak berniat membobol, maka debitur sangat diayun dengan kemudah-mudahan yang telah disiapkan oleh Bank, sehingga debitur yang memang pengusaha murni dan sedang menjalankan usahanya dengan baik dan mendatangkan profit yang cukup baik demi membayar hutang yang diberikan krditur, terlena dan tidak siap atas skenario yang telah diciptakan oleh BANK tersebut.

Skenario ini nyata dan dan sekarang dengan mudah dapat diketahui, dengan korbanya yaitu para pengusaha harus mau merasanya pengab dan dinginnya sel jeruji besi penjara.




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.