Saatnya mengibarkan bendera!! begitu teriakan beberapa teman melihat kondisi ekonomi global yang-katanya- lagi dalam krisis. awalnya hanya d amerika sana, tetapi efeknya berantai sampai disini juga karena seperti yang kalian tahu, amerika adalah simbol kekuasaan dunia untuk saat ini. lewat dominasi dollar yang hampir tidak terbatas, negerinya obama bebas untuk menukar kertas cetakan mereka dengan berton-ton emas kita yang ada di papua. dan sepertinya kita mau saja.
Persatuan negara non Barat (terutama jajaran OKI) untuk pengubahan penggunaan dollar tiap-tiap negara di tengah krisis ekonomi global sebenarnya bisa membantu. tapi hanya parsial. dan Itu sah-sah saja kalau dianggap sebagai awal perlawanan.
Ketika kaum ibu melarang anaknya memakan pizza, kentucky, coca cola dst lalu membiasakan anak mengkonsumsi pecel lele, nasi uduk, dawet dll maka ibu sudah melangkah kearah itu. Tatkala pemerintah melarang edar filem-filem made in AS sesungguhnya ia telah masuk domain juang perlawanan.
Manakala bapak melarang anak meniru gaya-gaya punk, metal, underground dsb itu langkah selanjutnya.
Ruang perlawanan hendaknya terus bergulir membentuk bola salju yang semakin lama membesar mulai dari individu, keluarga, golongan,bahkan bangsa-bangsa di dunia.
Betapa tidak. AS telah menipu dunia. Sudah berapa dollar berseri-seri ganda ditebar pada belahan bumi lain demi ambisi buta kapitalis. Beredar dollar-dollar “bodong” tanpa berjamin apa.
Bahkan sekutunya (NATO) di Afghanistan mulai meninggalkan satu persatu karena digaji dollar palsu. Dari 36 anggota NATO, hanya 6 negara tetap bertahan, itupun cuma sampai tahun (2010) depan.
Tempatkan dollar ke asal negara. Itulah jawabannya. Gunakan mata uang lain, agar “utang-utang” membanjir kembali ke negeri asalnya. Bukankah ketika seseorang menyimpan 1 dollar US, sesungguhnya Bank Central AS “berhutang” 1 dollar kepada orang tersebut? Tetapi selama ini, karena kuatnya hegemoni, utang-utang itu justru dibayar oleh masyarakat dunia dan negara pemegang dollar.
Tanpa disadari. Sesuka-hati ia mencetak dollar ganda. Entah hingga seri keberapa. Itulah strategi “makan gratis” AS dimana-mana. Alangkah canggih modus penipuan yang dilakukan.
Mengakhiri tulisan sederhana ini, ada retorika menarik:
“Musnahkah nyali bangsa-bangsa dan negara berdaulat ? , sedangkan Hamas tegak di antara puing-puing reruntuhan Gaza “
“Tegakah membiarkan Brazil dan Venezuela sendirian berjuang melawan hegemoni AS? “
Bangkitlah umat sedunia! Lawanlah hegemoni AS!
Mulailah dengan diri sendiri, keluarga, kaum dan kelompok, golongan atau bangsa serta negara, terus bergulir membentuk snowball process di dunia.
Hayo, boikot dollar dan produk Amerika, maka niscaya Israel bakal mati dengan sendirinya tanpa kalah perang.
Sejatinya AS itu sekutu sekaligus pelayan kaum Yahudi.
dikarenakan ia kekurangan uang. Dalam hal material setidaknya dalam sudut tetangga memandang ia telah mendapatkan lebih dari segalanya. Tetapi ia merasa kurang. Ada sisi yang tidak bisa ia lepaskan: panggilan jiwanya.